
Inspirasi Pagi – Kecerdasan Emosi
February 9, 2026Seorang ulama besar ditanya dalam sebuah wawancara; apa hobinya Gus? Jawab beliau, hobi nya adalah senang, gembira dan bahagia. Tiga istilah menurut KBBI memiliki definisi yg hampir sama yaitu, perasaan gembira, suka, puas, lega, atau bahagia, serta dalam keadaan baik (tidak susah/sakit).
Perasaan senang, gembira dan bahagia lebih banyak ditentukan oleh diri sendiri, yaitu dimulai dari memberikan makna pada peristiwa yang dialami, misalkan seorang dosen pergi ke kampus naik kendaraan umum, butuh waktu agak lama menunggu, dalam proses menunggu misalkan sambil membaca atau menulis pasti tidak akan merasakan kejenuhan, tapi beda bila waktu itu hanya untuk menunggu dan tidak diisi dengan kegiatan yang bermanfaat, maka akan muncul pikiran negatif atau emosi yang tak terkendali
Seorang istri menunggu suami pulang dari tempat kerja, banyak waktu luang yang dimiliki, karena dudah ada PRT yang menyelesaikan tugas di rumah, mulai dari bersih-bersih hingga menyiapkan makanan, bila kesempatan yang dimiliki tidak digunakan untuk aktivitas kebaikan maka yang muncul adalah kecurigaan dan kejenuhan stres, sebaliknya memanfaatkan waktu akan menjadikan hiburan sekaligus kebahagiaan
Dalam menumbuhkan rasa senang antara satu orang dengan orang lain berbeda beda, ada yang dengan membaca, menulis, mengaji, mengkaji, nonton film/musik, saweran, menyanyi, “guyon” dengan anak cucu atau pasangan, masing-masing ingin menumbuhkan kebahagiaan.
Ada yang mencari hiburan dengan berlama lama di tempat kerja karena bisa guyonan dengan teman-teman nya untuk menghindari omelan pasangan, atau menghindar sejenak dari memikirkan beban hutang atau kebutuhan
The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5)
Diterbitkan oleh American Psychiatric Association (APA), menyatakan bahwa pemikiran yang berlebih bisa menyebabkan stres, sakit mag, jantung berdebar, gangguan pencernaan, hipertensi dsb, dari hasil riset di atas kebahagiaan merupakan keniscayaan yang harus kita upayakan, agar kesehatan terjaga
Dalam menjalankan kehidupan ini memang tidak mudah, perlu memaksimalkan potensi agar menghasilkan prestasi sebagai bekal kehidupan di dunia agar tetap survive dan masuk syurga di kehidupan setelahnya, dalam proses nya dibarengi dengan rasa bahagia karena itu akan melahirkan jiwa syukur
Pesan guru; lakukanlah terbaik apa yang kamu hadapi saat ini, sebagai dosen, guru, istri, suami, anak, ibu, orang tua, pasti hasilnya terbaik pula
Perasaan bahagia manusia yang menentukan, mulailah berpikir positif, memberikan makna dan melihat pada setiap peristiwa dari berbagai sudut pandang, maka akan menumbuhkan jiwa yang lapang, dan jangan pernah lupa selalu berdoa pada Sang pencipta agar kita memiliki jiwa yang tenang penuh dengan keberkahan.
Ya Allah ampunilah kekhilafan kami, aamiin
Semoga bermanfaat
Purwosari, 21 Februari 2026
SriMinarti10Bjn

